Showing posts with label celoteh. Show all posts
Showing posts with label celoteh. Show all posts

Tuesday, December 04, 2007

Yang terjadi

Tanah LotBanyak hal-hal yang akan terjadi di tahun depan! Tunggu saja update nya OK! Wuuu huuuuuuuuuuuuu!

Wednesday, February 07, 2007

Tragedi Banjir

Banjir sejak 1 Feb kemarin berbuntut tragedi nasional. Rumah gw juga sudah angkat2 barang dan segala ranjang yang di lantai 1 walaupun kering kerontang. Maklum biasanya Muara Karang langganan banjir. Namun sungguh ajaib, kali ini MK termasuk dalam daerah 30% yang selamat dari banjir Jakarta.

Listrik mati, handphone terganggu, internet mati, air PAM kotor, dll dsb.

Jakarta berduka ...

Thursday, January 11, 2007

Mengapa Pada Betah di Cafe Kopi?

Sebagai kedai kopi impor pertama di Indonesia, Coffee Bean memang tidak seterkenal Starbucks yang benar2 sudah 'Google'-nya kopi.

Setelah dulu acap kali minum ice blended coffee di CB cabang Plaza Senayan (bisa dibilang cabang CB teramai) bersama teman2 jomblo, gw bisa menyimpulkan kalau CB sepertinya lebih mirip pasar dibanding cafe, lebih tepatnya tempat rumpi. Karena biasanya suara yang didengar pas kita masuk ke atmosfir-nya adalah: ruame!
Ibu2, tante2 & anak muda biasanya datang rata2 minimal ber 4, dan mulai membentuk cluster2 nya sendiri. Ketawa, ngobrol & curhat sekencang2nya, terutama volume ketawa-nya yang sepertinya sudah tidak perduli dan menghiraukan orang lain lagi, belum lagi muncratan2 ludah yang sampai2 bisa masuk ke gelas kopi meja sebelah. Bangku dan meja2nya pun kacaw, banyak 2 meja berhimpit dengan 10 bangku mengelilingi. Belum lagi asap rokok nya yang ajubile, membuat kepala pusing & jangan lupa, tempat rumpi selalu berbanding lurus dengan ketidak-bersihan. Bercak kopi2 manis yang sudah kering dan lengket di meja, puntung rokok, abu rokok di lantai. dsb dll.
Memperkuat kesimpulan CB tempat rumpi, sangatlah susah mendapatkan tempat duduk pas malam minggu. Semuanya full, bahkan sampai yang outdoor. Padahal terlihat gelas2 kopi nya sudah kosong rata2, jadi cuman ngerumpi modal 1 gelas aja gitu he2.

Ada yang bilang mereka2 para penggila nongkrong di cafe ini para calon2 generasi sosialita yang sedang "in" di dunia kita dengan ikon-nya si Paris Hilton? Paris yang sebelum masuk ke dunia tarik suara pun sudah sangat terkenal. Tapi kalau orang bertanya: Apa sih yang membuat si Paris ini terkenal? Gak tau tuh!? Sering aja kali nongol di TV, majalah, internet, gosip dsb. Jadi mungkin inilah yang membuat banyak sosialita'ers baru yang bermunculan dimana2 bak jamur di musim hujan.

Jadi apasih yang membuat mereka rela membeli kopi yang hanya bermodalkan sekitar Rp. 350,- per gelas nya dengan harga jual rata2 Rp. 35.000 ,-? Apakah gaya hidup? Ataukah gengsi? Atau mereka menganggap "harga suasana cafe" itu yang mahal sehingga merasa pantas2 saja harganya? Tapi nyatanya tak sedikit yang order nya take away, mereka ga nikmatin suasana cafe nya; mungkin benar2 sudah 'fans' terhadap rasa-nya.

Gw juga sebenarnya kurang merasa 'worth it' nongkrong minum kopi di cafe. Masalahnya minumannya juga bisa gw buat sendiri di rumah, bahkan campur Tia Maria yang so pasti rasanya jauh lebih unik dari kopi2 di kafe.

Penasaran dan mau meriset: mengapa orang2 koq pada betah di cafe kopi, gw kemarin coba2 kerjain tugas di Starbucks Plaza Senayan, lt.5 Sogo. Karena setiap dari sepenglihatan gw, Starbucks sepertinya lebih tenang dan lebih mirip suasana cafe sebenarnya. Maka itu banyak yang ngerjain tugas di cafe ini. Kebetulan gw lagi nyupirin keluarga ke PS dan selagi menunggu mereka belanja, gw kerja aja. Jadi uda bawa Mac dari rumah.

Oke, saatnya observasi awal. Disana ada 2 orang wanita umur 40an yang sedang sibuk mengurus angka2 plus pencet2 kalkulator, ada 2 orang pria wanita yang sedang diskusi dengan dokumen. Ada juga 2 ABG wanita yang sedang asik ngobrol, duduk di dekat kasir.
Diawali dengan pemesanan minuman yang agak grogi, sampai pemilihan tempat duduk yang sempat direvisi 1x karena faktor kestrategisan (tentunya lebih baik tidak memberikan screen yang sedang kita kerjakan ke arah jalanan kan?). Jadi gw milih meja pojok dengan tempat duuk yang membelakangi pilar menghadap ke jalanan.
Hmm setelah membuka Mac & menyalakan-nya, memang terasa awalnya agak aneh. Berasa diliatin dan agak2 ga senyaman bekerja di ruangan sendiri. Namun ajaib nya, selama hampir 3 jam gw bekerja, gw mendapatkan banyak ide design layout website unik plus implemen langsung di Photoshop. Kalau dibandingkan dengan bekerja di ruangan sendiri, biasanya tidak 'secerah' ini.

Mungkin gw bisa mendapatkan banyak ide ini dari cara jalan orang2 dan suara2 ngobrol2 baik di cafe maupun di jalanan sekitar Starbucks.
Selama gw bekerja, di samping kanan gw meja nya kosong terus. Sampai akhirnya ada yang miting ber 6 namun hanya sebentar. Setelah itu kosong lagi dan kemudian diisi oleh Om yang baru membeli banyak buku dari Kinokuniya (samping Starbucks) & langsung sibuk membaca2 buku-nya sendirian.

Ngomong2, gw jadi bingung mengapa ga pernah nemuin orang kerja di CB ataupun cafe2 lainya macam Oh la la ya? Gw ga pernah liat orang meeting atau 1 orang pun yang hanya duduk dan kerja, entah itu dengan kertas2 dan kalkulator di meja ataupun laptop. Bahkan yang hanya sendirian ditemani kopi dalam membaca buku aja tidak pernah gw liat.

Kenapa sejak kedatangan Starbucks di Indonesia, budaya kultur kerja / miting / baca buku sendirian di cafe itu baru datang?

Untuk yang belum pernah nyobain kerjain tugas di cafe, cobain dhe, tapi ikuti tips dibawah ini:
  1. Cari cafe yang sepi dan tenang. Biasanya cafe yang di lantai dasar pasti mirip pasar atmosfirnya. Ga mungkin dong kita bisa konsentrasi?
  2. Pemilihan tempat duduk harus sempurna. Pemilihan tempat duduk gw pada laporan diatas sebenarnya kurang strategis karena kepala gw dapat langsung melihat & terekspos pertigaan jalan. Mungkin bisa mendapatkan inspirasi, namun bisa juga dapat menjadi bumerang bagi yang sulit berkonsentrasi.
  3. Hemat dalam meminum. Kalau anda lagi low budget, jangan langsung seruput menghabiskan kopi 1 gelas yang baru anda pesan. Cukup diminum pelan2 sampai waktu punya pulang baru dihabiskan.
  4. Jangan membuang2 waktu mengerjakan / menulis yang tidak ada gunanya di cafe (salahsatunya seperti anda yang sedang membaca blog ini). Karena bisa jadi bos / pacar / anak / istri anda menunggu dengan amat kesal di rumah.
  5. Periksa & lihat seluruh bangku dan kursi sebelum beranjak. Karena biasanya konsentrasi penuh yang terlalu berlebihan sibuk memikirkan modul coding bisa membuat anda lengah. Alhasil laptop anda tertinggal dan disaat anda menyadarinya di rumah, semua itu sudah terlambat!
  6. Jangan bermain game di cafe. Itu membuat anda dipandang rendah oleh para eksekutif2 muda yang biasa mangkal di cafe tersebut. Apalagi anda bermain sendirian. Istilah Jawa-nya: That's totally anti-social white & nerdy geek!
  7. Jangan mengajak kekasih / teman / siapa saja. Karena dijamin anda malah menjadi susah berkonsentrasi.
  8. Last but not least, jangan lupa pesan minuman dahulu sebelum duduk! Kalau bisa jangan yang terlalu panas dan manis. Itu membuat mulut anda anyep & lodoh sehingga kiranya bisa mengganggu kinerja pengerjaan tugas anda disana.
Kerjain tugas di cafe? Yuuk. Betah di cafe? Yuuk.
Selamat mencoba! Sampai jumpa di cafe. Kalau bertemu jangan sungkan2 menegur gw! Gw yang lagi main game sendirian di pojokan, ups ...

Sunday, December 31, 2006

Natalan di Purwokerto & Tahun Baru-an di rumah

Natalan kemarin kita jalani di rumah pacar yaitu di Purwokerto. Dan sungguh senang sekali menjumpai berbagai makanan seperti: soto jalan bank, mendoan, bakmi benk, dll dsb. di sana. Natalan misa malam di Gereja Katedral Purwokerto juga cukup berkesan. Walau tak pakai AC, masih jauh lebih enak karena dari segi parkiran & jumlah umat jauh lebih sedikit dibanding gereja di Jakarta yang berjubel dan harus datang 2 jam sebelumnya kalau mau dapat tempat duduk di dalam.

Oiya sempat belajar foto2 di restoran Pringsewu yang di pinggir jalan sebelum Batu Raden. Foto2 nya ada nih. Oiya jembatan angker yang sudah memakan korban karena putus juga kita foto lho! Serem!

Pas kemarin2 mau nulis blog malah internet lagi kena efek gempa. Tapi sejak kemarin malam koq jadi mendingan yah? Jadi cepet banget lho Indosat!

Resolusi tahun baru 2007, ga muluk2 koq, yang penting lebih sejahtera dari 2006 aja dhe! Proyek2 lebih banyak lagi! MERRY CHRISTMAS 2006 & HAPPY NEW YEAR 2007!

Ngomong2 pesta tahun baru bersama keluarga aja dhe makan fettucini, uda ga zaman nya muter2 di jalanan ibu kota yang super muacet, ngabis2in bensin aje. Kalo ke cafe juga uda basi kyny.

Monday, December 11, 2006

Selamat menempuh hidup baru untuk Felix & Carolyn

Selamat menempuh hidup baru kepada teman masa kecil dan hopeng gw yang bernama sama yaitu: Felix & bokin-nya Carolyn, 9 Desember 2006.
Pemberkatan di gereja St. Ignatius, Menteng (nyasar nih nyari-nya) & resepsi-nya di Rich Carlton (tertera pada gambar di samping, kami mendapatkan meja nomor 82.)
Sayangnya gw belum dapet kopi-an foto mereka yang lengkap dengan kostum pengantin-nya.



Sebelum resepsi makan2, kita foto2 dulu karena cukup terkesima dengan perabotan serta kemewahan hotel-nya, jadi kita yang waktu itu pergi bertiga (Wi2, Lany & gw) foto2 sejenak dengan berlatar belakang pohon jambu di Rich Carlton, eh salah ... pohon Natal sambil mengisi waktu sekaligus mempersiapkan perut untuk menerima 8 macem jenis sayur nanti. Dikarenakan tipe pesta makan meja, jadi kan malu kalau sampai sudah KO sebelum ronde ke 8 usai.

Ok sekali lagi selamat kepada Felix & Carolyn!! Semoga anak-nya dikasih nama yang unik, jangan pasaran apalagi sampai berteman dengan pemilik nama yang sama seperti kita ini ya!

Friday, November 24, 2006

Hello World

Tidak afdol tanpa Hello World post!

Yap, inilah post blog pertama gw, setelah sekian lama memiliki account blogger ini (mungkin selama 2 tahun?), dan baru kali ini dipakai :). Dulu sempet punya blog, tapi di suatu tempat, gw juga sudah lupa url nya. Namun di dulu itu lebih seputar pada diary, jadinya lama-lama koq basi dan berasa seperti membeberkan rahasia / kehidupan pribadi gw yah? Jadi-jadi-nya males lanjutin dhe!

Tapi kemarin, gw banyak mendapatkan ide untuk membuat blog, seperti apa ide-nya? Nantikan post-post saya selanjutnya. Bocoran-nya? Ah ga mau ah! Malu Aq!

Oiya pasti pada nanya yah kenapa koq judul blog nya koq dangdut banget? Terimakasih!
Itu dipopulerkan oleh Titi Kamal di lagu Jablay (OST. Mendadak Dangdut). Akhir-akhir ini banyak kejadian kehidupan kami (si penulis & pacar-nya; seperti diperagakan oleh foto diatas), yang membuat kami sering sekali berkata: Emang enak!

Mungkin di masa depan, judul blog nya akan diganti, mungkin juga tidak, namun sampai saat ini, sepertinya judul nya sudah cukup keren, ya gak sih?