
Iklan




Laskar iklan detik yang dimotori oleh Optik Seis tersebut juga memilik iklan yang mengikuti layar kemana saja visitor pergi (sekarang sedang iklan speedy), duh amat mengganggu sekali yah! Jadi berasa dikejar-kejar dan diawasin.

Kualitas berita
Kecepatan berita detik tidak dapat kita sangsikan, namun sayangnya tidak dibarengi dengan kecepatan berita pada detikinet yang sungguh ketinggalan (berita-berita-nya telat 2 hari yang lalu dari digg atau situs2 berita teknologi lainnya). Mungkin dikarenakan mereka hanya menyadur / menerjemahkan artikel dari situs berita IT luar negri. Namun apabila berita IT lokal, mereka memang yang tercepat untuk saat ini.


Teknologi & Usability
Perusahaan media beromzet 500 juta / bulan ini (gosipnya), sepertinya benar-benar terlalu sibuk mencari tempat dan ruang iklan, mereka mengorbankan usability, mengorbankan kenyamanan membaca, melupakan sisi teknologi website-nya yang sudah amat usang.
Tim website mereka mungkin jarang browsing gosip dan perkembangan teknologi website. Perkembangan dunia website 1 tahun terakhir ini amat berubah besar (revolusi Web 2.0). Website bersih, mudah digunakan, dimengerti, navigasi jelas (usability) amat dijunjung tinggi. Hal ini amatlah bertolak belakang dengan detik.
Bahkan resolusi detik saat ini masih diperuntukan untuk 800 x 600. Kalau gw ga salah ingat, resolusi tersebut identik sekali dengan jaman tahun 1995. Sekarang sudah tahun 2006, jadi detik masih tidak dapat melupakan memori 11 tahun silam. Memang masih ada yah komputer yang masih menggunakan resolusi dibawah 1024 x 768?
Teknologi backend
Peluncuran RSS pada detikinet.com sudah jauh terlambat. Disaat sebagian besar website (khususnya luar negri) sudah mengadopsinya, detik belum. Dan anehnya, sepertinya mereka amat bangga dengan terobosan yang terlambat ini. Terbukti dengan adanya entry berita pada detikinet yang membahas teknologi RSS pada saat hari perdana pengadopsian-nya.
Detikinet mengadopsi RSS juga belum sepenuhnya & terkesan irit, karena pembahasan cuplikan berita pada RSS adalah nol. Kalimat nya berbentuk sedemikian rupa (seringkali malah bertanya kepada pembaca) untuk membuat pembacanya merasa penasaran, contohnya:
Layanan Xbox Live mulai mengalami evolusi. Program tayangan televisi dan film pun disajikan melalui media ini. Seperti apa?
Intinya: ingin membaca lebih lanjut? penasaran kan? kunjungi detikinet.com untuk membaca lanjutannya dan lihatlah iklan kami.
Langkah menuju RSS yang 'separuh' ini sepertinya hanya untuk menimbulkan kesan kepada masyarakat IT Indonesia kalau detikinet dengan berita IT nya itu up to date juga terhadap teknologi. Karena dari seksi berita detik lainnya (detik.com, detikhot.com, dsb) tidak menggunakan RSS. Sudah dapat diketahui juga alasan dibalik keputusan tersebut, yaitu supaya iklan nya terlihat di browser.
Apakah mereka jangan-jangan tidak mengetahui apabila gambar / iklan pun dapat di-embed ke dalam RSS?
Ok sekian dulu babak 1 dalam pembahasan kupas detik.com. Nantikan babak selanjutnya, gw akan membahas lebih mendalam tentang sisi teknis & desain nya.